Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 9 Play

Infinix hadir sebagai pelopor ponsel harga murah dengan nilai yang tinggi. Brand asal Hong Kong ini kembali mengumumkan ponsel baru sebagai varian dari Infinix Hot 9 yaitu Infinix Hot 9 Play.

Hal yang paling menonjol dari ponsel ini adalah terletak pada kapasitas baterai dan ukuran layar. Infinix Hot 9 Play memiliki layar dan kapasitas baterai yang lebih besar dari Infinix Hot 9 dimana ponsel ini memiliki layar sebesar 6.82 inci dengan kapasitas baterai 6000 mAh.

Dengan harga RP 1.299.000, inilah kelebihan dan kekurangan Infinix Hot 9 Play:

Kelebihan Infinix Hot 9 Play

1. Kamera

Walau hanya hadir dengan dua kamera utama, anda jangan meragukan kemampuan fotografi pada ponsel ini. Hasil jepretan Infinix Hot 9 Play sangat bagus dan detail dalam kondisi cukup cahaya.

Infinix Hot 9 Play dibekali kamera berkekuatan 13 MP (wide) yang sudah memiliki fitur autofocus + lensa QVGA (seneor rendah cahaya). Ponsel ini memiliki fitur kamera Triple LED Flash dan mode HDR.

Pada kamera depan memiliki kekuatan 8 MP (wide). Kamera depan dan belakang ponsel ini mampu merekam video dengan resolusi 1080p@30fps.

2. Baterai

Infinix Hot 9 Play memiliki kapasitas baterai yang sangat mengejutkan, dimana ponsel ini memiliki kapasitas baterai 6000 mAh. Kapasitas baterai sebesar itu sangat jarang ditemukan untuk ponsel di kisaran 1 jutaan. Kebanyakan ponsel di kisaran harga yang sama hanya dibekali baterai sebesar 4000/ 5000 mAh saja.

Baca juga : Perbandingan Infinix Hot 9 dan Hot 9 Play

Baterai Infinix Hot 9 Play bisa bertahan kurang lebih selama 2 hari dalam sekali pengisian daya yang membutuhkan waktu Screen-on time selama 10 jam. Ini yang membuat istimewa dari Infinix Hot 9 Play.

3. Layar

Di kelas harganya, Infinix Hot 9 Play memiliki layar yang super lega, dimana ukuran layar ponsel ini adalah 6.82 inci. Layar ponsel ini mengusung panel IPS LCD dengan resolusi 720 x 1640 piksel dan kerapatan sebesar ~263 ppi.

Infinix Hot 9 Play masih menggunakan desain layar Waterdrop Notch. Meskipun tidak memakai desain layar Punch-hol, layar Infinix Hot 9 Play sudah hampir mengisi ruang dari bebrbagai sisi. Dengan begitu layar ponsel ini mempunyai rasio body ke layar sebesar 82,4%

4. Chipset

Infinix Hot 9 Play hadir dengan chipset Helio-A22 (12 nm) yang mampu memanjakan anda dalam bermain game. Chipset ini juga disetai GPU PowerVR GE 8300 dan CPU Quad-core 2.0 GHz Cortex-A53.

Jika dibandingkan dengan Snapdragon 429, Helio-A22 lebih unggul 0,05 GHz. Walau hanya memiliki selisih yang sedikit namun kecepatan Helio-A22 bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan Snapdragon 429.

5. Sistem Operasi

Infinix Hot 9 Play hadir dengan sistem operasi Android 10 Go Edition. Hadirnya Go Edition membuat 10% lebih cepat dari edisi biasa saat membuka dan berpindah ke beberapa aplikasi lainnya.

Saat menggunakan Go Edition anda akan menerima berbagai pre-installed app dari varian Go, seperti YouTube GO, Google Assistent GO dan lain-lain.

6. Slot Memori

Infinix Hot 9 Play dibekali triple slot yang memudahkan anda untuk menyematkan dua kartu SIM dan microSD secara bersamaan.

7. Desain Body

Desain body Infinix Hot 9 Play sangat mewah. Dengan motif garis yang menyerupai potongan berlian membuat ponsel harga 1 jutaan ini terlihat berkelas. Desain ini diberi nama Gem Cut Texture.

Ponsel ini hadir dengan beberapa varian warna seperti Midnight Black (hitam), Quetzal Cyan (biru kehijauan), Violet (ungu) dan Ocean Wave (biru).

Kekurangan Infinix Hot 9 Play

1. Kamera

Infinix Hot 9 Play mempunyai stabilizer seperti EIS (Electronic Image Stabilizer atau OIS (Optical Image Stabilizer). Dengan tidak hadirnya EIS atau OIS tentu bagi anda yang gemar membuat video, Infinix Hot 9 Play bukanlah pilihan yang tepat.

2. Memori

Sangat di sayangkan, Infinix Hot 9 Play hanya dibekali RAM dan memori internal yang kecil. Ponsel ini hanya dibekali RAM 2/32 GB saja. Dengan kapasitas sekecil itu, akan sangat membatasi anda untuk menginstall beberapa aplikasi.

3. Pengisian Daya

Infinix Hot 9 memiliki kapasitas baterai 6000 mAh. Dengan kapasitas baterai sebesar itu, ponsel ini tidak dibekali teknologi pengisian daya cepat (Fast Charging). Tidak adanya teknologi tersebut membuat pengisian daya pada ponsel ini butuh waktu yang lebih lama.

Shapria Adias Bannar

Shapria Adias Bannar

Shapria Adias Bannar adalah pria asal Wonosobo, Jawa Tengah. Dia merupakan mahasiswa aktif Universitas Sains Al Qur'an (UNSIQ) Jawa Tengah di Wonosobo jurusan Teknik Informatika.

Leave a Comment